Wagub NTT Lantik 6 Pimpinan Tinggi Pratama, Kajari Kota Kupang Jadi Karo Hukum | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Wagub NTT Lantik 6 Pimpinan Tinggi Pratama, Kajari Kota Kupang Jadi Karo Hukum


Wagub NTT, Josef A. Nae Soi foto bersama para Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov NTT usai acara pengukuhan dan pelantikan di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur NTT, Rabu (29/12). (FOTO: Humas Setda NTT)

PEMERINTAHAN

Wagub NTT Lantik 6 Pimpinan Tinggi Pratama, Kajari Kota Kupang Jadi Karo Hukum


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef A. Nae Soi melantik sebanyak enam Pimpinan Tinggi Pratama untuk menduduki sejumlah pos penting di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Hal menarik dari proses pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur NTT, Rabu (29/12) itu, yakni diangkatnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Odermaks Sombu, SH., MA., MH dalam jabatan barunya sebagai Kepala Biro (Karo) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) NTT.

Keenam Pimpinan Tinggi Pratama ini diangkat dan dilantik dalam dua Surat Keputusan Gubernur NTT yang berbeda. Dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor: 816.2.1/329/BKD 3.2 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama serta Pengukuhan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, terdapat tiga nama pejabat.

Diantaranya Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si yang semula sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, dilantik menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTT. Selanjutnya Ir. Maksi Yaen Erich Nenabu, MT semula menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT, dilantik kembali dalam jabatan yang sama. Begitu juga Jusuf Alfred Adoe, SE, yang semula menjabat sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTT, kembali diangkat dalam jabatan yang sama pula.

Keputusan Gubernur NTT selanjutnya bernomor: 816.2.1/330/BKD 3.2 tentang Pengangkatan PNS dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Jabatan Pimpinan di Lingkungan Pemprov NTT, antara lain: Samuel Halundaka, S.IP, M.Si, dari jabatan lama sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT menjadi Asisten Administrasi Umum Setda NTT.

Kemudian Odermaks Sombu, SH., MA., MH, yang semula menjabat sebagai Kajari Kota Kupang, dilantik menjadi Karo Hukum Setda NTT, dan Prisila Q. Parera, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, mendapat promosi menjadi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT.

Wagub NTT, Josef A. Nae Soi dalam sambutannya usai melantik dan mengukuhkan keenam pejabat ini mengatakan, setiap jabatan yang dimiliki harus diserta dengan kemampuan untuk menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.

“Memiliki suatu jabatan itu tidaklah mudah. Pemilihan terhadap suatu jabatan memang ditentukan pada performance appraisal dan personal appraisal. Maka dari itu kinerja kita harus ada output dan outcome yang berguna bagi provinsi ini. Harus ada manfaatnya bagi banyak orang,” kata Wagub Nae Soi dalam keterangan tertulis Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Rabu (29/12).

“Jabatan yang diemban itu bukan semata milik kita sendiri, itu adalah berkah dari sang pencipta bagi kita dengan memiliki tanggung jawab sesuai amanatnya. Hidup kita ini adalah milik pencipta dan kita hanya pada hak guna pakai. Maka harus menggunakan jabatan sesuai dengan pelayanan kinerja bagi orang lain dan daerah,” tandas Wagub Nae Soi.

Josef Nae Soi menyatakan, sejauh ini sudah ada perubahan mindset dari para ASN, dimana bukan lagi melakukan garapan tetapi melakukan kerja. Oleh sebab itu saat ini dibutuhkan kiat-kiat, strategi, taktik dan dibutuhkan kerja sama yang luar biasa.

“Kalau kita memaknai perjalanan Saya (Josef Nae Soi, Red) dan Bapak Gubernur (Viktor Bungtilu Laiskodat) yang tersisa dua tahun ini, dibutuhkan keberlanjutan dalam pembangunan. Saat ini memang kita sudah bangkit, namun kita mesti memenuhi apa yang dinamakan dengan sejahtera,” ungkapnya.

“Kita juga dituntut untuk aset-aset kita harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja kita harus aktif kelola lahan kita dengan baik. Juga sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, sektor peternakan, pertanian, kelautan yang harus kita kembangkan dengan lebih maksimal,” tambah Josef Nae Soi.

Wagub Nae Soi dalam kesempatan itu meminta semua komponen yang ada untuk tetap bergandengan tangan memajukan NTT. “Kami sangat mengharapkan disisa dua tahun kepemimpinan kami ini bisa ada perubahan dan loncatan yang lebih baik untuk memajukan daerah dan masyarakat yang sejahtera. Bekerjalah dengan hati yang bergembira. Tantangan apapun harus dilalui dengan hati yang gembira,” pintanya. (aln)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top