Siswa SMKN 5 Kupang Luncurkan 2 Produk EBT, Safirah: Kado Akhir Tahun untuk NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siswa SMKN 5 Kupang Luncurkan 2 Produk EBT, Safirah: Kado Akhir Tahun untuk NTT


SMK INOVATIF. Kadis P & K NTT, Linus Lusi saat meninjau Prodak Grosur dan Lampu Taman dari energi baru terbarukan yang diciptakan siswa Program Kejuruan Teknik Energi Terbarukan SMK Negeri 5 Kupang, Selasa (28/12). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Siswa SMKN 5 Kupang Luncurkan 2 Produk EBT, Safirah: Kado Akhir Tahun untuk NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siswa SMK Negeri 5 Kupang, Pogram Kejuruan Teknik Energi Terbarukan mengukir prestasi akademik membanggakan karena mampu menciptakan sebanyak tiga produk energi baru terbarukan (EBT) dalam bentuk Gerobak Surya (Grosur) dan Lampu Taman dari tenaga surya.

Sumbangan produk teknik energi terbarukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan di akhir tahun 2021 dan akan terus dikembangakan bekerjasama dengan dunia industri, dunia usaha, dunia kerja, serta Bank NTT.

Kepala SMK Negeri 5 Kota Kupang, Safirah Abineno mengatakan, pada tahun 2020, SMK Negeri 5 Kupang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek sebagai salah satu sekolah yang akan dikembangkan menjadi SMK Center of Excellence kerja sama luar negeri pada Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan pada Kompetensi Keahlian Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin.

Untuk meningkatkan jiwa wirausaha para siswa teknik energi terbarukan, kata Safirah, pihaknya menciptakan inovasi EBT berupa Grosur dan Lampu Taman.

Menurutnya, produk Grosur hasil karya siswanya itu memiliki dua jenis yakni terbuat menggunakan bahan dasar besi dan kayu dengan kelengkapan dan kapasitas berbeda, tergantung harga pesanan.

Safirah menyebutkan, Grosur yang dihasilkan para siswa ini memiliki tiga tipe. Masing-masing Tipe Premium, Tipe Medium, dan Tipe Grosur Low.

Untuk Tipe Premium, demikian Safirah, dibandrol dengan harga senilai Rp 15 juta untuk Grosur Kayu, sedangkan Grosur Besi seharga Rp 16 juta. Bahan yang dapat digunakan pada tipe premium ini yakni blender, lampu, charger Hp, dan Wi-fi 24 jam.

Selanjutnya, kata Safirah, Tipe Medium dipatok dengan harga Rp 10,5 juta untuk Grosur Kayu, dan Grosur Besi senilai Rp 11,5 juta. Bahan yang dapat digunakan pada tipe medium diantaranya blender, lampu, charger Hp dan wi-fi 12 jam. Sedangkan Tipe Grosur Low harganya dikisaran Rp 7,5 juta untuk Grosur Kayu, dan Grosur Besi senilai Rp 8,5 juta. Bahan yang dapat digunakan pada tipe Low hanya lampu, charger Hp, dan wi-fi 12 jam.

“Semua orang pasti tau gerobak, tapi yang kami buat disini adalah gerobak mandiri energi matahari bukan dari PLN. Di sini harga kita sesuaikan dengan jenis dan tipe. Harganya bisa berubah tergantung kebutuhan konsumen karena beban semakin tinggi, kapasitas kelistrikan juga semakin tinggi dan mahal,” jelasnya.

Safirah menyatakan, siswa yang mengambil mata pelajaran lokakarya dan wirausaha juga menghasilkan prodak Lampu Taman EBT, namun harganya belum bisa ditetapkan karena harus menyesuaikan dengan jumlah lampu yang dibeli oleh konsumen.

“Jumlah titik lampu dan beban yang digunakan akan menentukan harganya. Untuk energi baru terbarukan ini sebagai wujud persembahan kami dari SMK Pusat Keunggulan kepada NTT di akhir tahun 2021 ini,” ujarnya.

Safirah Abineno berharap produk ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada dipedalaman dan belum terjangkau aliran listrik. “Investasi energi baru terbarukan ini memang mahal namun tidak ada pembiayaan operasional sehingga sangat murah. Mari dukung kami untuk terus berkarya,” pintanya.

Gerobak Surya dari Energi Baru Terbarukan hasil karya siswa SMKN 5 Kota Kupang. (FOTO: Intho Herison Tihu/TIMEX)

Safirah menambahkan, SMK Negeri 5 Kupang juga memperoleh bantuan dua ruang praktik siswa dengan luas 300 meter persegi. Menyadari keterbatasan luas lahan yang dimiliki SMK Negeri 5 Kupang dan mengacu pada master plan yang menjadi acuan dalam pembangunan fisik, maka setelah berkoordinasi dengan pihak Direktorat PSMK, SMK Negeri 5 Kupang disetujui untuk pembangunan RPS dimaksud menyesuaikan dengan master plan yang ada dengan konsekuensi dana sharing komite.

“RPS yang sudah dibangun menyerap dana APBN sebesar Rp 810.600.000, dan Sharing Komite sebesar Rp 854.563.500,” katanya.

Karena keterbatasan biaya, demikian Safirah, pembangunan RPS itu dilaksanakan secara bertahap sehingga masih tersisa pekerjaan tangga dan MCK serta ruang teori lantai 3 yang luas keseluruhannya 258 m2 dengan indeks kemahalan konstruksi lebih kurang Rp 5.000.000 per meter persegi, maka untuk menyelesaikan fisik yang tersisa SMK Negeri 5 Kupang masih membutuhkan dana sebesar Rp 1.290.000.000.

“Selain itu kami juga memperoleh bantuan peralatan untuk energi surya, energi hidro dan energi angin,” ucapnya.

Menurut Safirah, berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Bantuan Center Of Excellence yang telah dilaksanakan, maka pada Tahun 2021 Kemendikbud Ristekdikti kembali menetapkan SMK Negeri 5 Kupang sebagai salah satu sekolah yang akan dikembangkan menjadi SMK Pusat Keunggulan masih pada program keahlian yang sama yaitu Teknik Energi Terbarukan.

“Adapun visi Program SMK Pusat Keunggulan adalah menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja serta menjadi rujukan atau pengimbas dalam peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya,” sebutnya.

SMK Negeri 5 Kupang, lanjut Safirah, telah menjalin kerja sama dengan industri-industri berskala lokal, nasional, dan skala Asia. Khusus untuk energi angin sudah menjalin kerja sama yang baik dengan PT Inovasi Teknologi Desa di Solo, serta Asosiasi Energi Angin Indonesia yang mana kurang lebih 20 anak perusahaan yang berskala nasional dan Asia siap mendukung SMK N 5 Kupang untuk mewujudkan visi SMK Pusat Keunggulan.

“Kami mendpat dukungan dari berbagai pihak dan siap berkolaborasi mewujudkan mimpi pemerintah daerah dalam bidang pendidikan, khususnya pada keahlian energi terbarukan,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi usai peluncuran produk hasil karya siswa tersebut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang terus bekerja keras mengembangkan potensi dengan bantuan yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang berharga.

Dikatakan, Dinas Pendidikan sangat mendukung inovasi yang dilakukan pihak sekolah sehingga menjadi momentum kebangkitan energi baru terbarukan seperti yang digagas Gubernur NTT saat ini.

Produk yang ada bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ini juga akan membangkitkan gairah dibidang inovasi pada sekotor pendidikan, dan ini sejalan dengan program kementerian.

“Tadi ada pihak Bank NTT yang siap mendukung penuh dengan memberdayakan pedagang kaki lima dengan produk ini dengan sistem beli yang disepakati bersama,” katanya. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top