Sumtim dan Belu Raih Penghargaan Daerah Tertinggal Terinovatif, Mendagri: 166 Pemda Minim Inovasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sumtim dan Belu Raih Penghargaan Daerah Tertinggal Terinovatif, Mendagri: 166 Pemda Minim Inovasi


Mendagri, Tito Karnavian (kiri) dan Wagub NTT, Josef A. Nae Soi saat Rakor Penegasan Batas Daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta pada 30 April 2021 lalu. (FOTO: Kemendagri)

PEMERINTAHAN

Sumtim dan Belu Raih Penghargaan Daerah Tertinggal Terinovatif, Mendagri: 166 Pemda Minim Inovasi


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Data Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada penilaian Indeks Inovasi Daerah 2021, menyatakan terdapat 166 pemerintah daerah (Pemda) yang kurang inovatif.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan data tersebut. Sebab, pada saat sebagian daerah melakukan terobosan kreatif dalam memberikan pelayanan dan mengejar pendapatan asli daerah (PAD), ada sebagian lain yang hanya bekerja rutinitas.

Terhadap 166 daerah tersebut, Mendagri Tito mengaku akan menerjunkan tim untuk mengetahui duduk persoalan. Tim tersebut terdiri atas Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah, Inspektorat Jenderal (Itjen), dan Badan Litbang.

’’Kita ingin tahu problemnya apa, masalah person-nya, leadership, sistem, atau hambatan lain,” ujar Tito seusai pergelaran Innovative Government Award (IGA) 2021 secara hybrid di kantor Kemendagri Rabu (29/12).

Hingga kemarin (29/12), Mendagri belum menyebutkan 166 daerah tersebut. Apabila hambatan itu dipastikan karena kepala daerah yang tak mau berinovasi, lanjut Tito, pihaknya akan mengumumkannya kepada publik.

BACA JUGA: Dorong Pemda Ciptakan Budaya Kerja Inovatif, Kemendagri Beri 10 Strategi Jitu

Selain itu, lanjut Mendagri, tak tertutup kemungkinan memberikan surat teguran kepada kepala daerah tersebut. Pihaknya juga akan merekomendasikan pemotongan dana insentif kepada menteri keuangan (Menkeu) dan Presiden.

Tito menekankan, dengan sistem desentralisasi, kepala daerah punya kewenangan membuat terobosan di wilayahnya. Hal itu harus dimanfaatkan. “Dengan kewenangan yang lebih besar, diharapkan para kepala daerah dapat menggali potensi,” imbuhnya.

Namun, bila masalahnya faktor lain, Kemendagri akan memberikan pendampingan. Keserentakan pembangunan, kata Tito, sangat dibutuhkan. Sebab, jika ada daerah yang tidak bergerak, hal itu akan menjadi beban bagi daerah di sekelilingnya.

Mendagri Tito juga memberikan penghargaan IGA 2021 kepada pemda-pemda yang dinilai inovatif. Sebagai bentuk apresiasi, Kemendagri bakal merekomendasikan pemberian dana insentif daerah (DID). Di level provinsi, Jawa Timur masuk dalam kategori terinovatif. Bersama dengan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Khusus untuk Provinsi NTT, terdapat dua kabupaten yang masuk dalam kategori terinovatif untuk daerah tertinggal. Dua daerah itu, yakni Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) dan Belu. (far/c7/oni/JPG)

Peraih Innovative Government Award 2021:

Provinsi Terinovatif:
* Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Kabupaten Terinovatif:
* Banyuwangi, Wonogiri, Bogor, Tabalong, Tegal, Indragiri Hilir, Muara Enim, Hulu Sungai Selatan, Tanggamus, dan Bojonegoro

Kota Terinovatif:
* Surabaya, Singkawang, Padang Panjang, Tangerang, Cimahi, Jogjakarta, Makassar, Mojokerto, Probolinggo, dan Pariaman

Daerah Perbatasan Terinovatif:

* Pulau Morotai, Bintan, dan Sambas

Daerah Tertinggal Terinovatif:

* Sumba Timur, Belu, dan Nabire

Sumber: Balitbang Kemendagri

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top