Tahun 2021, Kasus Laka Lantas dan Tindak Pidana di TTU Menurun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tahun 2021, Kasus Laka Lantas dan Tindak Pidana di TTU Menurun


BERI KETERANGAN. Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober Sitompul bersama Kasat Lantas Polres TTU, AKP Firramudin saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Mapolres TTU, Kamis (30/12). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tahun 2021, Kasus Laka Lantas dan Tindak Pidana di TTU Menurun


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) pada tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun sebelum.

Sesuai data yang dihimpun TIMEX dari Humas Polres TTU, Kamis (30/12), untuk kasus Laka Lantas di sepanjang tahun 2021 berjumlah 42 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 65 kasus.

Sementara untuk kasus tindak pidana pada tahun 2020 sebanyak 519 kasus. Tahun ini, jumlah kasusnya mengalami penurunan sebanyak 12 persen, dimana sepanjang tahun 2021, jumlah kasus yang ditangani Polres TTU sebanyak 425 kasus.

“Untuk tahun ini, kasus Laka Lantas meninggal dunia 14 orang, luka berat dan luka ringan 36 orang. Sedangkan tahun 2020 jumlah kasus Laka Lantas meninggal dunia sebanyak 15 orang, luka berat sebanyak 45 orang, dan luka ringan sebanyak 34 orang,” ungkap Kasat Lantas Polres TTU, AKP Firramudin kepada TIMEX, Kamis (30/12).

Sementara, Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober Sitompul menjelaskan, angka tindak pidana atau kejahatan di wilayah hukumnya itu dapat diringkas dalam empat kasus pidana. Yaitu kejahatan konvensional, transnasional, kekayaan negara, dan kontijensi.

“Ranking tertinggi kasus pidana di Polres TTU yaitu kasus penganiayaan, kasus pencurian dan kasus kekerasan terhadap ibu dan anak,” jelasnya.

Dari sebanyak 425 kasus pidana yang terjadi, kata Iptu Fernando, Polres TTU menyelesaikan sebanyak 365 kasus. Jumlah itu setara dengan 80 persen. Sementara Jumlah kasus yang masih dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan sebanyak 60 kasus. Jumlah ini juga setara dengan 20 persen penanganan.

Dikatakan, dari hasil investigasi maupun penyelidikan pihak kepolisian, lanjut Fernando, mayoritas pemicu terjadinya kasus penganiayaan, KDRT, dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Ini terjadi akibat pelaku mengonsumsi minuman keras beralkohol.

“Mayoritas kasus penganiayaan, KDRT, dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur itu dipicu oleh pelaku mengonsumsi minuman keras beralkohol yang berlebihan,” tuturnya.

Iptu Fernando menambahkan, mayoritas pelaku penganiaya dilakukan oleh orang dekat bahkan suami dari korban sendiri lantaran kehilangan akal sehat akibat mengonsumsi minuman keras beralkohol yang berlebihan.

Fernando berharap agar penyakit masyarakat seperti mengonsumsi minuman keras beralkohol harus dihindari bahkan dijauhkan dari jangkauan anak-anak sehingga dapat menghindari terjadinya kasus penganiayaan, KDRT, dan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Mayoritas pelaku itu orang dekat, bahkan orang yang seharusnya melindungi korban namum malah menganiaya korban akibat mabuk minuman keras beralkohol,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top