Silaturahmi dengan Gubernur VBL, Pengurus MUI Sampaikan 6 Pemikiran Bangun NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Silaturahmi dengan Gubernur VBL, Pengurus MUI Sampaikan 6 Pemikiran Bangun NTT


SILATURAHMI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan) sementara memberikan penjelasan saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua MUI NTT, H. Muhammad Wongso dan pengurusnya di ruang kerja gubernur, Selasa (4/1). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Silaturahmi dengan Gubernur VBL, Pengurus MUI Sampaikan 6 Pemikiran Bangun NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, H. Muhammad S. Wongso bersama jajaran pengurus bersilaturahmi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Kedatangan jajaran pengurus MUI NTT ini disambut hangat Gubernur VBL di ruang kerjanya, Selasa (4/1).

Ketua MUI NTT, H. Muhammad S. Wongso usai pertemuan itu mengatakan, selain silaturahmi, pihaknya ingin membangun hubungan sinergitas dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang saat ini dinahkodai oleh Gubernur VBL dan Wakil Gubernur, Josef Nae Soi.

Muhammad Wongso menyebutkan, dalam pertemuan itu, MUI NTT memberikan sumbangsih beberapa pemikiran cerdas yang prinsipnya sejalan dengan Gubernur NTT dalam membangun daerah ini.

Pertama, MUI dengan segala elemennya memberikan dukungan kepada Pemprov NTT dibawah kepemimpinan Gubernur VBL dan Wagub Josef Nae Soi untuk mewujudkan visi NTT bangkit menuju sejahtera.

Kedua, dalam kondisi geografis NTT yang menantang ini butuh energi khusus Gubernur, dan oleh karena itu MUI memiliki jaringan sampai ke tingkat bawah (kabupaten/kota, kecamatan) bagaimana sinergi program Pemerintah dengan MUI dalam pelayanan umat atau masyarakat.

Ketiga, MUI NTT berharap adanya optimalisasi potensi pesisir dan kelautan dengan melibatkan masyarakat pesisir secara aktif.

Keempat, terkait pariwisata sebagai prime mover penggerak ekonomi, wilayah pesisir juga memiliki berbagai potensi destinasi yang berpeluang untuk dikembangkan, khususnya menindaklanjuti kebijakan wisata premium Labuan Bajo dalam menghadapi agenda internasional KTT G20 yang berpusat di Bali dan Labuan Bajo.

Kelima, terkait ketahanan masyarakat dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pencegahan stunting, Tim MUI NTT sudah pernah menulis buku merencanakan keluarga Islam strategis 1000 hari pertama kehidupan dalam perspektif agama. Kiranya MUI dapat bersinergi dalam berbagai program pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat NTT.

Keenam, terkait ketahanan pangan juga dan telah diperkenalkan dengan program andalan Gubernur NTT TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi). MUI memberikan dukungan perspektif lain dengan program Lestarikan Laut Panen Hasilnya. “Karena hasil laut cukup dilestarikan maka nelayan bakal menikmati hasilnya,” papar Muhammad Wongso.

Menyikapi pemikiran cerdas MUI tersebut, Gubernur VBL menanggapi mulai dengan membuka cara pikir bagaimana NTT ini tidak boleh tidur lagi.

“Falsafah Goa itu kalau kita selalu berada didalamnya maka kita akan kenal lingkup di dalam goa itu saja atau hanya berpikir kerdil, tapi ketika keluar dari dalam goa maka butuh komunikasi dengan semua pihak dan kita akan berpikir cerdas,” ucap H. Muhammad S. Wongso mengulang kembali pernyataan Gubernur VBL.

Muhammad Wongso menambahkan, Gubernur VBL menyatakan bahwa NTT sebenarnya tidak miskin, melainkan sangat kaya, tapi dibutuhkan orang pintar untuk mengelola kekayaan ini dengan kerja keras, kerja cerdas menuju sejahtera.

Terkait statmen Gubernur NTT tersebut, Muhammad Wongso menyatakan bahwa MUI NTT yang merupakan mitra pemerintah tetap bergandengan tangan mendukung program pembangunan pemerintahan VBL-Josef Nae Soi. (*)

PENULIS: Imran Liarian

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top