Gelar Natal Bersama di Fatukanutu, Ini Harapan Pdt Gustaf Amekan untuk UKAW | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gelar Natal Bersama di Fatukanutu, Ini Harapan Pdt Gustaf Amekan untuk UKAW


Pdt Gustaf Amekan, S.Th ketika memipin acara syukuran Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar UKAW Kupang di Gereja Rehobot Fatukanutu, Kabupaten Kupang, Sabtu (8/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Gelar Natal Bersama di Fatukanutu, Ini Harapan Pdt Gustaf Amekan untuk UKAW


KUPANG, TIMEXKUPANG.cm-Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, kembali merayakan Natal bersama keluarga besar Jemaat Rehobot Fatukanutu, Sabtu (8/1).

Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ini mengusung tema “Kristus Datang Selamatkan Kami dari Kemanusiaan yang Terancam Berbagai Krisis” dengan Sub Tema, “UKAW Menjadi Pelopor Penyembuhan, Pengharapan, dan Kepedulian terhadap Berbagai Krisis Kemanusiaan dan Kebangsaan”.

Perayaan Natal bersama kali hadir Rektor UKAW, Dr. Ayub Urbanus Imanuel Meko dan jajaran pimpinan UKAW serta Ketua Pengurus Yayasan UKAW Kupang, Umbu Saga Anakaka dan staf. Hadir pula para dosen dan perwakilan mahasiswa.

Ibadah Natal tersebut dipimpin liturgos Pdt. Gres Tallo Yacob dan pengkhotbah Ketua Majelis Klasis (KMK) Kupang Tengah, Pdt. Gustaf Amekan.

Pdt. Gustaf Amekan dalam khotbanya yang terambil dalam kitab Yermia mengemukakan bahwa wilayah Kupang Tengah merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kupang yang tidak dapat terhindar dari masalah Covid-19 dan bencana Badai Seroja.

Akibat masalah kesehatan dan bencana alam ini memporak-porandakan kehidupan jemaat hingga merenggut nyawa warga dan tokoh jemaat setempat.

Meski data Covid-19 menujukan penurunan dan cenderung melandai, namun jemaatnya masih mengalami dampak tersebut hingga saat ini. “Setiap hari ada lonceng gereja dan itu bukan lonceng untuk kebaktian di gereja tapi itu adalah lonceng kematian. Akibat Seroja, hasil pertanian pun tidak bisa terjual karena penerapan PPKM,” katanya.

Apakah ini panggilan atau ini adalah peristiwa yang baru saja terjadi. Secara piskologis masyarakat di Kupang Tengah juga berdampak. “Kami berharap kepada UKAW dan Yayasan agar membantu masyarakat bermasalah dan sedang menderita ini,” harap Pdt. Gustaf. (*)

PENULIS: INTHO HERISON TIHU

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top